Pemkot Metro Serahkan Bentor Dan Kotak Sampah Organik

Hariansiger.com, Metro—Pemerintah Kota (Pemkot) Metro Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, serahkan Sarana Prasarana persampahan melalui CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Lampung berupa lima unit Becak Montor (Bentor) dan 22 Kotak sampah organik. Yang berlangsung di halaman dinas lingkungan hidup Pada jum’at (20/02/2026).

Armada berupa bentor itu di peruntukan mengangkut sampah-sampah yang tidak terjangkau oleh mobil truk pengangkut sampah Dinas lingkungan hidup. Total keseluruhan bentor yang di berikan tujuh unit, lima dari CSR Bank Lampung dan dua lainnya Dinas Lingkungan Hidup.

Wali kota Metro, Bambang iman Santoso resmi menyerahkan secara simbolis sarana dan prasarana bantuan tersebut. Adapun 22 box kotak sampah organik dari kementerian Lingkungan Hidup, yang di peruntukan untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami menyerahkan bantuan bentor, yang di berikan CSR Bank Lampung. Sekaligus ada 22 kotak sampah yang di berikan kepada dapur SPPG,”ujar Bambang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yeri menambahkan enam unit Armada bentor tersebut di serahkan ke pada enam kelurahan yang tersebar di Metro barat, Metro selatan, dan metro utara.

“Bantuan bentor tersebut di berikan pada kelurahan Banjar sari dan karang rejo kemudian Margodadi kemudian mulyo sari dan ganjar asri dan hadimulyo barat dan satu di Satgas Lingkungan hidup,” jelas Yeri

Ia juga menjelaskan prihal mekanisme penarikan retribusi yang akan di alihkan menggunakan aplikasi E-billing agar mempermudah pembayaran melalui smartphone. Dinas Lingkungan hidup berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan informatika ( Kominfo ) Kota Metro untuk merealisasikan aplikasi tersebut.

“Kita sedang memperbaiki mekanisme penarikan Restibusi jadi sementara ini berjalan non tunai tapi ada yang tunai, nah yang non tunai ini kita segera membuat E-biling kerja sama dengan KOMINFO sehingga nanti mereka yang tunai membayar dengan aplikasi,”imbuh Yeri

Prihal 22 box kotak sampah yang di berikan ke Satuan pelayanan pemenuhan Gizi (SPP) Kota Metro, menurutnya, Sampah organik dari pada terbuang sia-sia bisa di alih fungsi kan menjadi alternatif pupuk dan di kelola lebih bermanfaat.

“Sebanyak 22 kotak sampah yang kita serahkan kepada Dapur MBG untuk meraka tampung sisa sisa makanan organik,Sehingga nanti sampah organik itu bisa kita kelola kita gunakan teknologi pengomposan sehingga bisa bermanfaat,”pungkasnya (YH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *